Khitan adalah salah satu praktik yang memiliki posisi penting dalam ajaran Islam. Tindakan ini bukan sekadar prosedur kesehatan, tetapi juga bagian dari identitas dan tradisi umat Muslim. Khitan dalam Islam dipandang sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW dan menjadi simbol penyempurnaan fitrah manusia.
“Menurut saya, khitan adalah gabungan antara ibadah dan upaya menjaga kesehatan. Ia mengandung makna spiritual sekaligus manfaat medis yang tidak bisa dipisahkan,” ungkap penulis.
Pengertian Khitan dalam Perspektif Islam

Secara bahasa, khitan dalam Islam berarti memotong atau menghilangkan bagian kulit tertentu pada alat kelamin laki-laki. Dalam istilah syariat, khitan merujuk pada pemotongan kulit penutup kepala penis agar bagian tersebut terbuka.
Landasan Syariat Khitan
Khitan memiliki dasar dari hadis Rasulullah SAW yang memerintahkan umat Islam untuk melaksanakannya sebagai bagian dari fitrah. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan lima fitrah manusia, di antaranya khitan.
Hadis ini menjadi pedoman bagi para ulama untuk menetapkan hukum khitan sebagai bagian penting dari ajaran Islam.
Hukum Khitan Menurut Ulama
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanbali berpendapat bahwa khitan bagi laki-laki hukumnya wajib. Sementara itu, ulama mazhab Hanafi dan Maliki memandangnya sebagai sunnah yang sangat dianjurkan. Perbedaan ini lebih bersifat pada penekanan hukum, tetapi semua sepakat bahwa khitan adalah ibadah yang tidak seharusnya ditinggalkan.
Waktu Pelaksanaan Khitan

Islam tidak menetapkan batasan waktu baku untuk melakukan khitan, tetapi ada anjuran dan kebiasaan yang berkembang di berbagai masyarakat Muslim.
Khitan pada Masa Bayi atau Anak-Anak
Banyak keluarga memilih melaksanakan khitan saat anak masih bayi atau usia anak-anak. Alasannya adalah proses penyembuhan lebih cepat dan anak tidak terlalu merasakan trauma psikologis.
Dalam tradisi Arab zaman dahulu, khitan sering dilakukan pada usia anak yang sudah mampu mengikuti ibadah shalat dengan sempurna, sehingga ia sudah siap secara mental.
Khitan Menjelang Baligh
Beberapa ulama menganjurkan khitan dilakukan sebelum anak mencapai usia baligh. Hal ini agar anak memasuki masa kewajiban ibadah dengan kondisi yang suci sesuai tuntunan syariat.
Hikmah Khitan dalam Islam

Khitan dalam Islam memiliki hikmah yang mencakup aspek keagamaan, kesehatan, dan kebersihan diri.
Hikmah Keagamaan
Khitan adalah bentuk mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaannya menjadi tanda ketaatan kepada Allah SWT dan komitmen untuk menjaga kesucian diri.
Manfaat Kesehatan
Secara medis, khitan dalam Islam membantu menjaga kebersihan organ reproduksi, mencegah penumpukan kotoran (smegma), dan mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa khitan dapat menurunkan risiko penyakit menular seksual.
Khitan bagi Perempuan dalam Islam
Walau pembahasan khitan lebih sering terkait laki-laki, Islam juga mengenal istilah khitan bagi perempuan, meskipun pelaksanaannya berbeda secara hukum dan praktik.
Perbedaan Hukum dan Praktik
Mayoritas ulama berpendapat bahwa khitan dalam Islam bagi perempuan tidak wajib, melainkan bersifat mubah atau sunnah. Pelaksanaannya pun hanya sebatas memotong sedikit bagian kulit di area tertentu dan tidak boleh membahayakan kesehatan.
Perspektif Medis dan Etika
Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengkategorikan beberapa bentuk khitan perempuan sebagai tindakan yang berisiko jika dilakukan secara berlebihan. Karena itu, para ulama dan tenaga medis menekankan bahwa khitan perempuan harus memperhatikan keselamatan dan tidak merusak fungsi tubuh.
Tradisi Khitan di Berbagai Daerah
Pelaksanaan khitan di berbagai daerah sering dibarengi dengan tradisi adat yang meriah, sebagai bentuk syukur dan kebahagiaan keluarga.
Khitan Massal
Di Indonesia, khitan massal sering diadakan oleh masjid, lembaga sosial, atau pemerintah sebagai bagian dari kegiatan amal. Tradisi ini memudahkan keluarga yang kurang mampu untuk melaksanakan khitan bagi anak-anaknya.
Khitan dengan Upacara Adat
Beberapa daerah menggelar upacara adat lengkap dengan prosesi penyambutan, musik tradisional, dan jamuan makan bersama warga. Selain melaksanakan tuntunan agama, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarwarga. Baca juga tentang Hukum Sumpah Pocong Menurut Islam, Boleh atau Tidak?
Kesimpulan dan Pesan Penting
Khitan dalam Islam adalah ibadah yang memiliki makna mendalam, menggabungkan nilai religius dan manfaat kesehatan. Pelaksanaannya hendaknya dilakukan sesuai tuntunan syariat, dengan memperhatikan keselamatan dan kebersihan.
“Bagi saya, khitan adalah wujud ketaatan yang memberi manfaat seumur hidup. Ia bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga investasi kesehatan dan kesucian diri,” tutup penulis.






