Berita
Resensi Buku
Tahlil: Haruskah Dikontroversialkan (Lagi)? 





| Tahlil: Haruskah Dikontroversialkan (Lagi)? |
|
|
|
| Written by admin | |||||
| Monday, 15 June 2009 | |||||
Judul Buku: Tahlil dan Kenduri; Tradisi Santri dan KyaiPenulis : H.M. Madchan Anies Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan : 1, Februari 2009 Tebal : xii + 180 halaman Peresensi: Umniyyah Lathifah*) Tradisi tahlil sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi umat Islam warga Nahdliyyin. Biasanya, kegiatan tahlil ini dilaksanakan ketika ada acara kematian yang biasanya digelar pada hari ke-7, 40, 100, dan 1000 bahkan setiap tahun dari kematiaannya. Salah satu tujuan “tahlilan” adalah sebagai sarana untuk mengirimkan do’a kepada si mayat agar kelak mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Di Indonesia, tradisi tahlil berkembang cukup pesat dan semakin meluas.
Tradisi tahlil, jarang (baca: sulit) dijumpai di negara lain. Mengapa
demikian? Di antara yang menjadi faktor tradisi tahlil dapat diterima
oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah disebabkan asal mula
tahlil berangkat dari akulturasi ajaran Islam dengan budaya Jawa yang
bernuansa Hindu-Budha. Hal ini dapat dimaklumi, karena salah satu dari
metodologi yang ditempuh ulama’ wali sanga dalam menyampaikan dakwah
islamiyah adalah dengan pendekatan akulturasi, di antaranya adalah yang
dipraktikkan Sunan Kalijaga yang lebih dikenal sebagai budayawan.
Lahirnya tahlil berawal dari kebiasaan “lek-lekan” yang dilakukan sepeninggalnya seseorang, dan biasanya diisi dengan hal-hal yang kurang islami seperti mabuk-mabukan, main kartu, dan sebagainya. Dalam perjalanannya -sedikit demi sedikit- tradisi “lek-lekan” itu dikawinkan dengan nilai-nilai Islam melalui tradisi tahlilan dan yasinan, dan akhirnya berkembang sampai sekarang ini. Model dakwah semacam ini sangat efektif dan gampang diterima oleh kebanyakan masyarakat (terutama di Jawa), yang sudah barang tentu akan berdampak pada meningkatnya umat yang memeluk agama Islam. Menyikapi masalah tahlil, di masyarakat muncul dua kelompok, antara pro dan kontra. Kelompok yang tidak setuju, mengatakan bahwasanya tahlil merupakan “bid’ah dhalalah” yang tidak diajarkan Rasulullah, dengan berprinsip pada hadits: “Kullu bid’atun dhalalatun”. Akibatnya, mereka mengikis habis-habisan dan akan terus berusaha menghilangkannya dari Islam. Di sisi lain, pihak yang melestarikan tradisi tahlil-terutama dimotori oleh kaum Nahdliyin- berpendapat bahwasanya tidak ditemukan teks dalam Alqur’an dan Hadits yang secara qath’i (pasti) melarang atau mengharamkan tradisi tahlil. Padahal, tahlil merupakan salah satu modal sosial. Yakni dapat mempererat ikatan persaudaraan sesama umat dan tentu akan meminimalisir terjadinya perbedaan pandangan yang dapat menyebabkan pada terpecahnya ikatan persaudaraan muslim. Secara jelas, Rasulullah bersabda: “Ikhtilafu ummati rahmatun”, perbedaan di antara umatku adalah sebuah rahmat. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila mayoritas pihak yang pro- tradisi tahlil, mereka tidak mengetahui tentang landasan hukum dari amalan yang telah biasa mereka kerjakan. Dengan terbitnya buku karangan Madchan Anies ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi pengetahuan tentang tahlil dan dapat menjadi sumber rujukan dalil-dalil tentang tahlil dan kenduri, sehingga sesorang akan menjadi lebih mantap dan yakin dalam beramal. Penulis buku ini memberikan penjelasan secara gamblang dan jelas. Pada bagian pertama, dikemukakan beberapa istilah dari dzikir, tahlil, selametan, kenduri, dan berkat. Selanjutnya disajikan tentang amal shaleh, seperti halnya shalat, puasa, sedekah, berdo’a, membaca Alqur’an, bershalawat kepada Nabi dan dzikir yang kesemuanya dipaparkan secara detail dan mendalam. Pada bagian ketiga, penulis mencoba mengungkapkan bagaimana menerima hadiah pahala terkait dari pahala amal sendiri, dari amal orang lain ataupun bagaimana metode menghadiahkan pahala amal. Mengenai keutamaan-keutamaan tahlil, dapat dilihat pada bagian keempat. Di bagian ini, penulis menjelaskan secara rinci mulai dari bacaan fatihah dan hadrah, tentang surat Ikhlas, muawwidzatain dan al-Fatihah, tentang permulaan surat al-Baqarah, ayat terakhir surat al-Baqarah dan dzikir lainnya yang dikemas dalam rangkaian tahlil. Sehingga hal ini dapat memotivasi terhadap orang yang meyakini akan ajaran tahlil. Di akhir pembahasan, penulis melengkapi dengan hal yang terkait dengan tahlil, seperti yasinan, kenduri, fidyah, fida’, atau ‘ataqah.. Uraian yang dibahas dalam buku ini sudah sangat komplit dan berbobot, sehingga dapat dijadikan referensi . Hadirnya buku ini –tentu- bukan bermaksud untuk menghidupkan kembali pertentangan dua pendapat tentang tahlil. Sebaliknya, buku ini diharapkan dapat menjadi “wasit” antara dua kelompok yang saling berseberangan. Dengan kata lain, sangat cocok kiranya, apabila buku “Tahlil dan Kenduri” ini dibaca oleh kedua pihak. Bagi pihak yang setuju tahlil, mereka tidak akan mengalami kebingungan ketika dikritik dan dicoba untuk digoyahkan keyakinan mereka. Sementara, bagi kelompok yang berlawanan, mereka akan mampu (baca: mau) memahami bahwa tahlil yang ditradisikan oleh sebagian umat Islam mempuyai dalil yang kuat. Walhasil, dengan memahami isi buku ini, diharapkan ukhuwah islamiyah yang sudah terjalin akan tetap terus terjaga, selanjutnya akan muncul rasa pengertian dan rasa solidaritas dari tiap-tiap muslim.[] *) Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Sumber : www.gp-ansor.org Comments (2)
![]()
muhammad sholikhin al hikam
said:
|
|||||
| Assalamualaikum WW. Kita sebagai umat islam harus hati-hati dalam menggali suatu hukum baik dari Al quran Maupun As Sunnah. Semua perlu pendalaman dan pengkajian dari ayat Al quran maupun Hadist maupun hukum -hukum yang lain seperti ijma dan Qiyas serta pendapat ulama-ulama disamping itu kita jangan asal menuduh tentang suatu hal itu bid'ah dan tidak bid'ah apalagi yang menyangkut khilafiyah furuiyah, kita kaitkan dulu hukum-hukum yang satu dengan yang lain baru menentukan hal itu bid'ah atau tidak seperti halnya tahlilan wassslamamualaikum ww. Sollu'ala Nabi Muhammad................!!!!!!!!!!!!!! |
| Do you acknowledge what real freedom supposes to be? At time you do not compose your book reports essays, but custom papers writing service renders you with college essays, you will feel the real freedom. |
| Next > |
|---|
List All Products |
|
|
Advanced Search |
|
| Show Cart | |
| Your Cart is currently empty. |